header image
 

Visi dan Misi

Visi dan Misi

Berangkat dari tanggung jawab moral sebagai putra daerah dan tetap konsisten tinggal di daerah setelah purna tugas sebagai bupati, ingin melanjutkan pengabdian lewat legislatif, mengajak pemerintah pusat untuk lebih dekat dengan Sumbar (Sumatera Barat), membantu pemda untuk membangkitkan investasi di Sumbar.

Pada saat dulu menjadi bupati (1995-2005), saya punya visi terwujudnya masyarakat Pessel (Pesisir Selatan) yang demokratis, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mapan ekonominya, kokoh agamanya serta kuat adat dan budayanya. Untuk itu saya mencoba menjabarkan dalam “3 PILAR PEMBANGUNAN”, yaitu : Pilar Ekonomi, Pilar Budaya dan Pilar Agama.
Pembangunan Pilar Ekonomi saya lakukan pendekatan 5 kawasan pengembangan pembangunan, yaitu : kawasan pariwisata, kawasan perkebunan skala besar, kawasan pertanian dimekanisasi, kawasan perikanan dengan teknologi dan kawasan perdagangan termasuk program home industri, yang sebagian besar didukung investor. Untuk Pilar Agama dan Pilar Budaya dengan konsep Back To Surau dst. Alhamdulillah rasanya saya telah meletakkan satu kerangka pembangunan yang fundamental dan strategis, hasilnya dapat dilihat langsung dan dirasakan masyarakat sehingga terjadi peningkatan/perubahan kehidupan masyarakat dari segi ekonomi, agama dan budaya, meskipun disana-sini masih saja ada kekurangannya /ketidak sempurnaannya. InsyaAllah perubahan yang terjadi sudah sangat memadai, dan ratting Pessel waktu itu meningkat tajam dan sudah “Go Internasional”. Nah visi ini masih relevan untuk 20 tahun kedepan, jadi dalam konteks saya maju ke DPR RI barangkali visi misinya tidak jauh berbeda, terutama untuk peningkatan kesejahteraan Masyarakat Sumbar tentunya. Mungkin hanya pendekatannya yang berbeda sesuai dengan peran dan fungsi legislatif nanti. Pada sisi lain pengalaman 10 tahun menjadi bupati cukup banyak masalah otonomi yang belum pas dan merugikan banyak daerah, undang-undang pemerintah tentang pembagian sumber kekayaan negara yang tidak adil, sistem politik dan pemerintah yang high cost, belanja negara dan politik yang boros dan perilaku yang tidak mencerminkan keberpihakan kepada masyarakat, InsyaAllah semua itu harus diupayakan dan menjadi tanggung jawab bersama dengan politikus lain. Paling tidak yang masyarakat tahu bahwa itu menjadi tanggung jawab moral saya kepada bangsa ini. Itulah visi dan misi saya yang pada dasarnya menginginkan adanya perubahan yang mendasar dalam sistem kenegaraan dan pemerintahan yang dapat membawa masyarakat kearah peningkatan kualitas hidup.